Minggu, 14 Februari 2010

Apakah akan berpisah?



"Kemaren aku ditawarin buat kerja di Australia, menurut kamu gimana?", tanyanya padaku.
Sejenak aku tertegun, mencerna pertanyaannya yang tiba-tiba.
"Apa? Australia?", tanyaku padanya seakan pertanyaannya kurang jelas.
"Iya, Australia, rencananya sih sekitar 2 tahun disana", jawabnya lagi.
"........", aku terdiam sejenak.
"Mmm... ya udah, itu kan kesempatan buat kamu. Kenapa gak diambil?", jawabku dengan nada setengah yakin.

Itulah sepenggal percakapanku dengan cewekku. Jadi begitulah, dia ditawarin seseorang untuk bekerja di Australia selama 2 tahun. Dan baru saja dia meminta pendapatku tentang hal itu.

Jujur agak terkejut waktu aku mendengar dia ngomong seperti itu. Selama ini, hampir 4 tahun selalu bersama, gak pernah terpisah terlalu lama. Jangankan ke luar negeri, aku mau melamar pekerjaan di luar kota pun dia selalu keberatan.

Dia gak pernah setuju akan hubungan jarak jauh. Hal itu karena pengalaman pahit dia di masa lalu tentang hubungan jarak jauh, dan dia gak mau hal itu terulang lagi.

Namun kali ini dia yang akan pergi meninggalkanku. Dia yang akan memulai hubungan jarak jauh ini. Mau gak mau, aku harus siap menghadapi semua ini. Dia pergi untuk kebaikannya dia.

Kemarin dia bilang, "Aku pengen banget ngejar impianku. Mungkin ini adalah salah satu jalan untuk mewujudkan impianku".

Dia mempunyai impian untuk menjadi seorang guru. Dan untuk menjadi seorang guru diperlukan gelar pendidikan terlebih dulu. Yang aku salut dari dia, dia ingin sekolah untuk mendapatkan gelar itu dengan biayanya sendiri. Itulah tujuan dia pergi Australia. Untuk mendapatkan uang demi melanjutkan sekolah pendidikan guru.

Sebuah cita-cita yang mulia. Meskipun terasa berat bagiku untuk melepasnya pergi, namun itu demi kebaikan dan masa depannya. Jadi aku akan mendukungnya.

Tapi semua itu masih belum fix 100%. Semua surat-suratnya masih harus diurus. Dan bila semuanya lancar dan disetujui, maka dia akan berangkat awal bulan depan, untuk 2 tahun mendatang.

Itulah arti dari sebuah mimpi. Orang membutuhkan mimpi untuk dapat terus dikejar. Untuk dapat terus menemukan gairah di dalam hidup. Semua orang dengan mimpinya masing-masing. Walau terkadang untuk mendapatkan sebuah mimpi harus terdapat sebuah pengorbanan. Namun itulah harga dari sebuah mimpi.

0 komentar:

Posting Komentar