Kamis, 07 Maret 2013

Persimpangan Hati


Aku sepenuhnya menyadari, bahwa memilikimu mungkin adalah anugerah terbesar dalam hidupku. Mungkin hanya kamu lah satu-satunya orang di dunia ini yang bisa mencintaiku dengan tulus tanpa syarat.

Aku juga sepenuhnya menyadari, bahwa menyia-nyiakanmu mungkin hanyalah akan menimbulkan sesal yang mendalam bagiku. Aku tahu itu, dan aku tidak memungkiri itu. Karena aku pun menyayangimu.

Tapi maafkanlah aku, yang merupakan laki-laki biasa, yang tak kuasa menahan godaan dunia. Tidak aku sangka, menjadi setia adalah hal yang luar biasa sulit untukku. Satu kata sederhana, yang ternyata tidak semudah mengucapkannya. 
Aku memang mencintaimu. Tapi di satu sisi, di saat kamu tidak ada di sampingku, aku merasa ingin dekat padanya. Aku tidak tahu apakah aku mencintainya seperti aku mencintaimu, ataukah ini hanya perasaan sesaat yang akan hilang begitu saja seiring berlalunya waktu.

Aku benar-benar hampir tak kuasa menahan godaan ini. Bagaimana bisa aku melupakan dia, jika di saat ini hanya dia yang selalu mengisi tiap sudut kepalaku. Karena untuk saat ini, hanya dia yang memberikanku semangat untuk selalu tersenyum setiap pagi, dan membuat setiap hariku terasa berarti. 

YaTuhan, tolonglah aku. Tak mungkin satu hatiku terisi oleh dua orang yang kusayangi.
Baca Selengkapnya...

Minggu, 28 Februari 2010

Mengagumi, walau tak mungkin memiliki



Untuk kalian para cowo, apakah pernah naksir cewe? Pasti pernah donk yah? Namanya juga cowo normal. Tapi kalo pertanyaannya, apakah kalian pernah naksir cewe, tapi cewe itu adalah pacarnya temen kalian sendiri? Nah lo...

Susah kali ya kalo kita dihadapkan dengan situasi seperti itu. Tapi sampe sekarang pun gw merasakan hal itu. Gw merasa kagum dengan seorang cewe, dimana cewe itu adalah pacar temen gw sendiri.

Lalu apa yg bisa gw lakukan? Jawabannya adalah gak ada. Iya, emang gak ada yang bisa gw lakukan selain mengagumi dia secara diam-diam. Alasan pertama adalah, gw gak mau pertemanan gw rusak gara-gara cewe. Dan alasan yang kedua adalah, karena gw emang udah punya cewe.

Tapi bisa dibilang seru lho punya perasaan seperti ini. Kita bisa ngerasa deg-degan kalo pas deket dengan dia. Merasa ge-er kalo secara gak sengaja kita tahu dia pas ngeliat kita. Ya pokoknya hal-hal kecil semacam itu, yang biasa kita rasain kalo kita lagi pedekate dengan seorang cewe. Apalagi karena emang dia adalah pacarnya temen gw satu tongkrongan, otomatis sering ketemu dia kalo lagi ada acara ngumpul bareng temen-temen, karena biasanya temen gw selalu ngajak cewenya itu.

Ya tapi memang hanya sebatas itulah yang bisa gw lakukan. Sebatas menjadi pengagum rahasianya saja. Gak lebih. Ada pepatah bilang, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Itu mungkin ada benernya juga. Kita harus lebih bersyukur terhadap apa yang sudah kita punya. Saat ini gw udah punya cewe, dan gw bersyukur akan hal itu.

Kalo sebatas naksir sana sini, apalagi naksir pacar temen sendiri, gw rasa normal sebagai seorang cowo. Yang penting kan kita gak berbuat lebih dari itu. Itu aja sih, cobalah bersyukur terhadap apa yang sudah kalian miliki.
Baca Selengkapnya...

Minggu, 14 Februari 2010

Apakah akan berpisah?



"Kemaren aku ditawarin buat kerja di Australia, menurut kamu gimana?", tanyanya padaku.
Sejenak aku tertegun, mencerna pertanyaannya yang tiba-tiba.
"Apa? Australia?", tanyaku padanya seakan pertanyaannya kurang jelas.
"Iya, Australia, rencananya sih sekitar 2 tahun disana", jawabnya lagi.
"........", aku terdiam sejenak.
"Mmm... ya udah, itu kan kesempatan buat kamu. Kenapa gak diambil?", jawabku dengan nada setengah yakin.

Itulah sepenggal percakapanku dengan cewekku. Jadi begitulah, dia ditawarin seseorang untuk bekerja di Australia selama 2 tahun. Dan baru saja dia meminta pendapatku tentang hal itu.

Jujur agak terkejut waktu aku mendengar dia ngomong seperti itu. Selama ini, hampir 4 tahun selalu bersama, gak pernah terpisah terlalu lama. Jangankan ke luar negeri, aku mau melamar pekerjaan di luar kota pun dia selalu keberatan.

Dia gak pernah setuju akan hubungan jarak jauh. Hal itu karena pengalaman pahit dia di masa lalu tentang hubungan jarak jauh, dan dia gak mau hal itu terulang lagi.

Namun kali ini dia yang akan pergi meninggalkanku. Dia yang akan memulai hubungan jarak jauh ini. Mau gak mau, aku harus siap menghadapi semua ini. Dia pergi untuk kebaikannya dia.

Kemarin dia bilang, "Aku pengen banget ngejar impianku. Mungkin ini adalah salah satu jalan untuk mewujudkan impianku".

Dia mempunyai impian untuk menjadi seorang guru. Dan untuk menjadi seorang guru diperlukan gelar pendidikan terlebih dulu. Yang aku salut dari dia, dia ingin sekolah untuk mendapatkan gelar itu dengan biayanya sendiri. Itulah tujuan dia pergi Australia. Untuk mendapatkan uang demi melanjutkan sekolah pendidikan guru.

Sebuah cita-cita yang mulia. Meskipun terasa berat bagiku untuk melepasnya pergi, namun itu demi kebaikan dan masa depannya. Jadi aku akan mendukungnya.

Tapi semua itu masih belum fix 100%. Semua surat-suratnya masih harus diurus. Dan bila semuanya lancar dan disetujui, maka dia akan berangkat awal bulan depan, untuk 2 tahun mendatang.

Itulah arti dari sebuah mimpi. Orang membutuhkan mimpi untuk dapat terus dikejar. Untuk dapat terus menemukan gairah di dalam hidup. Semua orang dengan mimpinya masing-masing. Walau terkadang untuk mendapatkan sebuah mimpi harus terdapat sebuah pengorbanan. Namun itulah harga dari sebuah mimpi.
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 06 Februari 2010

What will you do in the next 5 year?



Sekarang sudah memasuki bulan ke 4 sejak aku di wisuda. Sekarang sih lagi gencar-gencarnya job hunting. Hari sabtu pun selalu aku tunggu-tunggu. Kenapa coba? Karena di hari Sabtu pasti korannya lebih banyak lowongan pekerjaan dibanding hari-hari biasa.

Entah udah berapa pucuk surat lamaran yang aku kirimkan. Ada beberapa yang mendapat panggilan interview, dan lebih banyak lagi yang gak jelas juntrungannya diapain tuh surat sama perusahaan yang menerimanya.

Mungkin ini ada hubungannya dengan impianku. Rektorku di univeritas dulu selalu bilang dalam setiap seminarnya, "Kalo kalian mau kaya, jangan jadi pegawai. Tapi jadilah pengusaha". Entah kenapa kata2 beliau selalu melekat dalam ingatanku sampai sekarang.

Mungkin karena motivasi itulah, aku pengen untuk menjadi seorang pengusaha. Sebenernya ide ada banyak. Namun kalian tau donk masalah klasik seorang pengusaha? Yup, modal. Itu rasanya masih menjadi masalah besar buatku.

Kemaren di sebuah interview suatu perusahaan, aku ditanyai gini sama interviewernya. "Tell me about your self, what will you do in the next 5 year?". (Ceritanya aku diinterview pake bahasa inggris nih, meskipun sebenernya bahasa inggrisku gak jago-jago amat).

Jadi aku ditanya apa yang akan aku lakukan di 5 tahun ke depan.
Trus spontan aku jawab, "In the next 5 year, I will get a job, I will get my money, and then someday I will have my own bussiness".
Trus interviewernya bilang, "That's good. But it's very long way to go than".

Ya, itulah impianku, setidaknya rencana hidupku selama beberapa tahun ke depan. Aku akan ngumpulin duit dengan kerja dulu sama orang, dan kalo aku ngerasa udah tepat waktunya maka aku akan membuat sebuah usaha sendiri.

Kedengeran muluk-muluk? Gak juga. Sama sekali gak.
Karena menurutku, manusia hidup untuk sebuah impian. Manusia bisa mendapat gairah hidup karena mereka sedang mengejar sebuah impian.
Kalo perlu, buatlah sebuah impian suatu saat kalian bisa terbang ke bulan. Itu sah-sah saja.

Semakin tinggi impian, maka akan semakin keras usaha orang itu untuk meraihnya.
Dan ketika impian itu tercapai, aku yakin saat itu pasti akan ada impian lain yang lebih tinggi. Dan saat itu kalian akan bilang, ternyata aku BISA meraih impianku.

Baca Selengkapnya...

Minggu, 08 November 2009

Akhirnya opname juga



Capek, kurang tidur, kepala pusing....

Haduuuh....

Ini bukan gak ada sebabnya. Jadi ini tentang ceweku. Ternyata dia lagi sakit. Gak tau emang gara-gara susah dibilangin, ato karena sebab yang lain, udah sekitar seminggu ini dia sakit.

Dan sepertinya penyakitnya dia ini menjadi makin serius. Semalem aku ke rumah dia. Aku samperin dia, dan ternyata dia masih tergolek lemas di tempat tidurnya.



Dan aku tungguin dia. Ngobrol sama dia. Namun sesekali dia gak kuat nahan sakit. Pusing yang dirasakannya. Sampe dia nangis karena gak kuat nahannya.

Dia udah periksa ke dokter sih. Diagnosa dari dokter mengatakan itu gejala tipes. Namun beberapa hari tak kunjung membaik, sempet pula dilarikan ke pengobatan alternatif. Dan dari situ ada diagnosa yang baru, yaitu sekresi usus, atau ususnya terluka gara-gara makanan tertentu.

Sampai tadi malem, dia masih terus nangis nahan sakit. Aku dan mama papanya terus nemenin dia. Karena gak mungkin aku terlalu malem di rumahnya, kemudian aku pulang. Kondisinya sih belum membaik, namun toh ada mama papanya yang pasti akan berbuat sesuatu jika suatu hal menimpanya.

Sebelum pulang, aku sempet nanya, besok pengen dibawain apa? Ternyata dia pengen apel. Ya udah, akhirnya aku pulang.

Baru pagi tadi aku tanyain keadaannya lagi, ternyata dia bilang mau dirujuk ke rumah sakit, karena kondisinya tak kunjung membaik.

Aku agak khawatir juga, karena ternyata sampai harus di opname.

Setelah pemeriksaan dari lab selesai, kemudian dia ngasih tau aku, kalo ternyata dia terkena demam berdarah.

Ya udah, siang tadi aku langsung berangkat ke rumah sakit. Gak lupa aku bawain apel pesenan dia semalem, dan juga jus jambu pesenan dia juga. Setauku jus jambu juga baik bagi penderita demam berdarah.

Dan berangkatlah aku ke rumah sakit. Sempet nyari-nyari ruangan sebentar, sampai akhirnya aku temuin ruangannya. Mama papanya juga tentunya ada disana. Aku duduk di sebelahnya, nemenin ngobrol sama dia, dan nanyain keadaannya, dengan jarum infus yang masih menancap di tangannya.

Aku lihat sekilas sih udah lebih baik kondisinya dari semalem. Aku seneng bisa melihat dia ketawa walaupun cuma sesekali. Karena setauku juga, kalo orang seneng tu lebih cepet sembuh dari sakitnya.

Kira-kira dua jam lebih aku nemenin dia, akhirnya aku harus pergi dari situ, karena aku harus masuk kerja. Aku minta diri sama mama papanya, dan aku juga pamitan sama ceweku.

Aku berdoa yang terbaik untukkmu, semoga cepet sembuh. Biar kita bisa jalan bareng lagi. Kamu bisa ketawa-ketawa bareng lagi sama aku.

Cepet sembuh ya....

Baca Selengkapnya...

Senin, 02 November 2009

Penting gak sih posesif?



Barusan mo ke kampus, ceweku nanyain, ngapain? Kok harus ke kampus kenapa? Sama sapa? Udah pulang belum? Kok gak pulang-pulang ngapain aja sih?

Arrrgghhh!!!!

Untung aku masih bisa sabar. Tapi begitulah dia. Entah kurang percaya ato gimana, tapi sifat itu gak pernah ilang. Mungkin itu yang sering disebut orang dengan posesif kali ya?

Padahal selama ini aku udah buktiin ke dia, gak pernah sekali pun aku macem-macem di belakang dia, dalam arti menyia-nyiakan kepercayaan yang dia kasih.
Tapi apakah itu udah bisa disebut ngasih kepercayaan?



Jujur sebagai seorang cowo aku ngerasa sangat gak nyaman digituin. Serasa gak bebas.
Apakah semua cewe seperti itu seh?
Kenapa gak bisa sekedar percaya aja.
Apa itu terlalu susah ya?

Aku sendiri berprinsip, ya percaya aja sama ceweku. Kalo toh ternyata dia macem-macem di belakangku, ya udah buat apa dipertahankan. Berarti emang dia bukan untukku, dan aku akan cari cewe yang lebih baik.

Aku pengen dia juga bisa seperti itu. Kasih kepercayaan sama aku. Jadi dia gak stress mikirin aku lagi ngapain, lagi dimana, tiap menit harus laporan sama dia. Emang dia satpam harus dilaporin? Heheh....

Ya semoga aja keadaan ini bisa berubah, dan aku mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari dia.

Cewe... cewe... ada-ada aja.....

Baca Selengkapnya...

Minggu, 01 November 2009

Tentang Cinta Sejati



Woow... ini dia posting pertama di blog terbaruku.
Gak terlalu yakin mau nulis apa terlebih dahulu, karena mungkin terlalu banyak hal yang tersimpan di otakku saat ini.
Ya sudahlah, aku putuskan menulis sedikit tentang perasaan seorang manusia, apalagi kalau bukan tentang cinta.

Ya, karena aku yang nulis, suka-suka mau nulis tentang apa dong? (egois gak sih? heheh..)
Sebut saja seorang cewe, tapi kayaknya aku gak akan nyebutin namanya deh...
Tetapi dia lah orang yang selama 3 tahun ini menyandang status sebagai pacarku.
Telah begitu banyak hal yang telah kami lalui bersama. Percaya deh, aku bilang banyak, berarti emang banyak. Kalo diceritain dari awal bisa-bisa baru selesai taon depan.


Anyway... makin kesini aku masih belum juga yakin, is she really the one for me?
Gak tau deh kenapa sampe sekarang aku masih belum yakin. Mungkin itu disebabkan trauma masa lalu yang masih membekas sampai sekarang, meskipun sekuat tenaga aku berusaha menyembunyikan, namun tetap aja masih sering muncul.

Semalem, kita baru aja berantem. Intinya kita beda pendapat. Aku pengen gini, dia pengen gitu. Dan rasanya gak fair juga kalo aku bilang pendapatku yang paling bener. Tapi maksudku hanyalah membuatnya menjadi seseorang yang lebih baik. That's all, as simple as that....

Tapi ternyata gak berjalan semulus itu. Dia gak terima pendapatku, dan jadilah kita sedikit bermain perasaan di malam itu.
Sempet terucap kata-kata putus, walaupun itu secara eksplisit terucap dari mulutnya. Tapi aku tau pasti, keyakinannya ngomong itu hanya sekitar 0,0001 %. Artinya dia ngomong kayak gitu bener-bener gak yakin.

Sampai detik ini emang kita gak jadi putus. Tapi sampai sekarang aku masih memperjuangkan pendapatku itu, agar bisa diterimanya.

Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya, apakah dia cinta sejatiku?
Apakah dia orang yang ditakdirkan bersamaku sepanjang hidupku sampai maut menjemputku?
Entahlah, gak akan ada yang tau.

Bahkan semua orang pun gak akan pernah tau, apakah seseorang yang bersamanya merupakan cinta sejatinya, karena itu pun belum pasti.

Tapi meskipun aku gak tau pasti apakah dia cinta sejatiku, aku terus berusaha berbuat yang tebaik untuknya, dan tetap berusaha untuk membuatnya menjadi seseorang yang lebih baik.
Baca Selengkapnya...